Perpindahan ke Pemrograman Berorientasi Objek (OOP)
Pemrograman Berorientasi Objek (OOP) adalah pendekatan desain perangkat lunak yang mengorganisasi kode di sekitar data, yang dikenal sebagai objek, bukan fungsi dan logika berurutan (pendekatan prosedural). Pendekatan ini memberikan cara yang jelas dan kuat untuk mengatur kode, terutama untuk aplikasi besar dan kompleks seperti sistem web atau pipa analitik canggih.
1. Fokus pada Objek
Berbeda dengan pemrograman tradisional, yang fokus pada menulis langkah-langkah untuk memanipulasi data, OOP berpusat pada pembuatan unit mandiri (Objek) yang menggabungkan atribut (data yang mendefinisikan objek) dan metode (fungsi-fungsi yang dapat dilakukan oleh objek).
# Contoh Objek Pelanggan
# Atribut: Nama, Alamat, Riwayat Pesanan
# Metode: Masuk(), Buat Pesanan()
# Atribut: Nama, Alamat, Riwayat Pesanan
# Metode: Masuk(), Buat Pesanan()
Penggabungan ini disebut Enkapsulasi.
2. Manfaat Utama Mengadopsi OOP
- Modularitas: Dengan mengisolasi kode ke dalam objek, sistem menjadi sangat modular, artinya bagian-bagian tertentu dapat dikelola dan diperbaiki tanpa memengaruhi keseluruhan sistem.
- Dapat Digunakan Kembali: Setelah tipe objek (didefinisikan oleh sebuah Kelas) dibuat, objek tersebut dapat diinstansiasi (digunakan) berkali-kali dalam aplikasi, menghemat waktu pengembangan.
- Pemodelan Lebih Dekat dengan Dunia Nyata: OOP memungkinkan pengembang untuk memodelkan komponen sistem secara langsung berdasarkan entitas dunia nyata, membuat kode jauh lebih mudah dipahami dan dipelihara oleh manusia.
Kelas vs. Objek
Kelas adalah cetak biru atau pola (misalnya, gagasan tentang 'Mobil'). Sedangkan Objek (atau instans) adalah barang fisik yang dibuat dari cetak biru tersebut (misalnya, 'Honda Civic Merah Saya'). Anda mendefinisikan Kelas sekali, tetapi bisa membuat banyak Objek unik dari satu Kelas.
TERMINALbash — 80x24
> Siap. Klik "Jalankan" untuk menjalankan simulasi.
>